Berita Terbaru :
 photo Graphic1-31_zpsc1f49be2.jpg
Home » » Pengertian Hadist Mutawatir dan Hadist Ahad

Pengertian Hadist Mutawatir dan Hadist Ahad


o   
Pengertian Hadist Mutawatir dan Hadist Ahad
1)   Al-Mutawatir
§  Pengeritian mutawatir menurut ahli hadist adalah  Hadis yang setiap tingkatan sanad diriwayatka sejumlah banyak oran rawi yang menurut kebiasaan memustahilkan mereka untuk bersepakat di dalam kebohongan dan dalam meriwayatkan mereka berdasarkan indera.

§  Syarat – syarat Hadist Mutawatir
1)   Diriwayatkan banyak orang yang tidak mungkin melakukan kesepakatan berbohong. Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah untuk tidak memungkinkan bersepakat dusta.
a.    Abu Thayyib menentukan kekurang – krangnya 4 orang. Hal tersebut dianologikan dengan jumlah saksi oleh hakim dalam pengadilan.
b.    Ashhab al-Syafiy menentukan 5 orang. Hal tersebut dianologikan dengan jumlah para Nabi yang mendapatkan gelar Ulu al-Azmi.
c.    Sebagian ulama menentukan sekurang – kurangnya 20 orang. Hal tersebut berdasarkan ketentuan yang telah difirmankan Allah tentang orang – orang mukmin yang tahan uji, yang dapat mengalahkan orang – orang kafir sejumlah 200 orang.
d.   Ulama yang lain menetapkan jumlah tersebut sekuarang – kurangnya 40 orang.

2)   Jumlah rawi yang banyak tadi ada dalam setiap tingkatan sanad, sejak sanad terbawah sampai sanad teratas.
3)   Materi kabar yang diriwayatkan berdasarkan pada panca indera, seperti ucapan mereka: saya mendengar Rasullah saw bersabda demikian. Hadis Mutawatir tidak boleh terjadi dari hasil analisa atau kesimpulan.
4)   Jumlah rawi yang banyak ini harus terjadi di masa-masa periwayatan, yakni sebelum masa pembukuan hadis.

§  Hukum Hadist Mutawatir
Hadist Mutawatir menghasilkan suatu kebenaran berita yang menyakinkan, seorang tidak bisa menolak dan meragukan kebenaran berita yang diterimanya secara mutawatir. Seperti tentang adanya Masjidil-Haram di makkah. Demikian pula seseorang yang mendapatkan hadist mutawatir, wajib langsung menerima dan mengamalkan, tidak perlu lagi mempersoalkan keadaan sanad dan rawinya. Hukum hadis mutawatir pasti shahih.
§  Macam – macam Hadist Mutawatir
1.         Mutawatir lafdzy yaitu hadis yang mutawatir secara lafadh (teks) dan ma’na (pengertian) nya. Semua rawi hadis meriwayatkannya dengan lafadh yang sama, contoh hadis:
مَنْ كَذَّبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ
2.         Mutawatir ma’nawi yaitu hadis yang mutawatir hanya dalam ma’nanya saja, sedangkan lafadh hadisnya tidak mutawatir. Contohnya hadis Rasullah saw mengangkat tangan ketika sedang berdoa.
2)   Ahad
§  Pengertian ahad menurut ahli hadis hadis yang diriwayatkan dari Rasullah saw oleh sejumlah orang, tetapi tidak sampai pada tingkat mutawatir, atau hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat mutawatir.
§  Pembagian hadis ahad berdasarkan rawinya
1.      Masyhur
§  Pengertian hadis masyhur
Hadis yang di dalam tiap tingkatan (sanad) diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih, namun mencapai derajat mutawatir.
§  Hukum hadis masyhur
Faedah hadis masyhur ada yang shohih hasan dan dla’if, jika hadis masyhur itu shohih maka kedudukannya lebih kuat dari pada hadis aziz dan ghorib. Hal ini di sebabkan oleh jumlah rawinya yang lebih banyak.
§  Contoh hadis masyhur
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ اْلعِلْمَ اِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ صُدُوْرِ اْلعِباَدِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ اْلعِلْمَ بِقَبْضِ اْلعُلَمَاءِ، حَتىَّ إِذَا لمَْ يُبْقِ عَالِمًا اِتَّخَدَ النَّاسُ رُؤَسَاءُ جُهَّالاً، فَسُئِلُوا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَاَضَلُّوْ
2.      Aziz
§  Pengertian hadis Aziz yaitu hadis yang di dalam semua tingkatan sanadnya diriwayatkan oleh tidak kurang dari dua orang. Hadis yang diriwayatkan oleh dua orang dari dua orang dalam semua tingkatan sanadnya, atau dalam salah satu tingkatan sanad saja, atau dalam sebagian tingkatan sanadnya.
§  Hukum hadis Aziz
Faedah hadis Aziz ada yang shohih hasan dan dla’if, jika hadis Aziz itu shohih maka kedudukannya lebih kuat dari pada hadis aziz dan ghorib. Hal ini di sebabkan oleh jumlah rawinya yang lebih banyak.
§  Contoh hadis Aziz
اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ نَفْسِهِ وَوَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ


3.      Ghorib
§  Pengertian hadis Ghorib
Hadis yang dalam sanadnya terdapat seorang rawi yang sendirian dalam neiwayatkannya, dimana saja rawi yang sendirian ini berada dalam sana.
§  Pembagian hadis Ghorib
1.      Ghorib Mutlaq
Hadis yang diriwayatkan secara sendirian oleh seorang rawi yang berada di sanad paling atas (sahabat yang meriwayatkan dari Rasullah SAW).
2.      Ghorib Nisbiy
Hadis yang diriwayatkan sendirian oleh seorang rawi, selain yang paling atas (sahabat)
§  Hukum hadis Ghorib
Shohih hasan dan dla’if.
Share this article :

1 komentar:

Next Prev home
 
Support : Creating Website | Mas Imam
Copyright © 2009. GREEN GENERATION - All Rights Reserved